Kegiatan
Remedial dan Kegiatan Pengayaan
1. Kegiatan remedial
A.
Hakikat,
tujuan dan fungsi kegiatan remedial
1. Hakikat
kegiatan remedial
Menurut Sri Anitah
(2007:9.4) kegiatan remedial adalah kegiatan membantu siswa dalam
menguasai materi pelajaran. Dari uraian
tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan remedial adalah kegiatan pembelajaran
yang dilaksanakan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai
materi pelajaran.
2. Tujuan
dan fungsi kegiatan remedial
Berdasarkan pengertian
bahwa kegiatan remedial adalah kegiatan membantu siswa menguasai materi
pelajaran, dapat kita ketahui bahwa tujuan guru melaksanakan kegiatan remedial
adalah membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran
agar mencapai hasil belajar yang lebih baik. Melalui kegiatan remedial,siswa di
bantu untuk memahami mengatasi kesulitan belajar yang dihadapi dengan
memperbaiki cara dan sikap belajar, disamping diri sendiri memperbaiki cara
mengajar nya. Menurut Warkitri (1991) dalam Sri Anita (2007), Menyebutkan 6
fungsi kegiatan remedial dalam kaitannya dalam prosses pembelajaran yaitu
Funngsi Korektif, pemahamaan, penyesuaian, pengayaan, ekselerasi, dan
terapeutik.
3. Perbedaan
kegiatan remedial dari pembelajaran biasa
Kegiatan ini merumuskan
tujuan pembelajaran, mengembangkan alat evaluasi, memilih dan mengorganisasikan
materi pelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan bebagai
metode mengajar dan alat bantu pembelajaran, serta melaksanakan evaluasi.
Kegiatan remedial dari pembelajaran biasa dengan menganalisis komponen-komponen
suatu pembelajaran. Komponen-komponen tersebut adalah tujuan materi, kegiatan
pembelajaran, dan evaluasi.
B. Pendekatan dalam Kegiatan Rremedial
1.
Pendekatan
peventif
Kegiatan ini dilakukan
untuk membantu siswa yang diduga akan mengalami kesulitan dalam menguasai
kopetensi yang telah ditetapkan.
2.
Pendekatan
Kuratif
Kegiatan remedial ini
ditujukan untuk membantu mengatasi kesulitan siswa setelah siswa mengikuti
pejalaran biasa, dan dilaksanakan karena hasil evaluasi pada kegiatan
pembelajaran biasa belum mencapai keberhasilan minimal yang telah ditetapkan.
3.
Pendekatan
Pengembangan
Kegiatan ini
dilaksanakan selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran biasakegiatan
diharapkan agar siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai kopetensi yang
ditetapkan secara bertahap dan segera dapat mengatasi kesulitan yang
dihadapinya.
C. Jenis-jenis Kegiatan Remedial
1.
Mengajarkan
Kembali
Guru menjelaskan materi
yang belum dipahami atau dikuasai siswa melalui kegiatan ini dengan
berorientasi pada kesulitan yang dihadapi siswa.
2.
Mengguanakan
Alat Peraga
Sebaiknya siswa
diberikan kesempatan untuk menggunakan alat peraga agar siswa memahami konsep
yag belum di kuasainya.
3.
Kegiatan
Kelompok
Kegiatan kelompok dapat
diguanakan guru dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai
kopetensi yang diberikan. Kegiatan ini dapat efektif dalam membantu siswa untuk
menguasai meteri apabila salah satu siswa dalam kelompok tersebut ada yang
benar-benar mamahami materi yang diberikan.
4.
Tutorial
Guru dapat meminta
bantuan siswa yang lebih pandai untuk membantu siswa lainnya yang menghadapi
kesulitan dalam menguasai kopetensi yang telah ditetapkan atau guru meminta
siswa dari kelas yang lebih tinggi untuk membantu adik kelasnya.
D. Prinsip Pelaksanaan Kegiatan
Remedial
1. Kegiaan
ini diberikan kepada kelompok siswa secara bersama-sama. Kesulitan yang
dihadapi seorang siswa berbeda dengan siswa yang lain, guru hendaknya
memberikan bantuan yang bersifat individual
2. Proporsi
bantuan yang diberikan hendaknya sesuai dengan kesulitan yang dihadapi siswa
3. Kegiatan
remedial dapat dilaksanakan sendiri oleh guru, bentuk kegiatan remedial guru
hendaknya mempertimbangkan jenis kesulitan yang dihadapi siswa serta faktor
penyebab kesulitan tersebut
4. Metode
yang diterapkan dalam kegiatan ini guru tidak hanya mengharapkan siswa mampu
menguasai kompetensi yang dikuasainya, tetapi juga timbulnya motivasi pada diri
siswa.
E. Prinsip Pemilihan Kegiatan
1. Memanfaatkan
latihan khusus bagi siswa yang memiliki daya tangkap yang lebih rendah dari
siswa lainnya
2. Menekankan
pada segi kekuatan yang dimiliki siswa dalam proses belajara mengangajar
3. Memanfaatkan
penggunaan media yang multi sensori
4. Memanfaatkan
permainan ssebagai sarana belajar terutama bagi siswa yang kurang memiliki
motivasi dalam belajar.
F. Prosedur Kegiatan Remedial
1. Analisis
Hasil Diagnosis
2. Menemukan
penyebabkan kesulitan
3. Menyusun
rencana kegiatan remedial
4. Melaksanakan
kegiatan remedial
5. Menilai
kegiatan remedial.
2.
Kegiatan
Pengayaan
A. Hakikat Kegiatan Pengayaan
Kegiatan
ini memberi kesempatan kepada siswa untuk memperdalam pengusaan materi
pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar yang sedang dilaksanakan untuk
mencapai tingkat perkembangan yang optimal. Kegiatan ini tidak merugikan siswa
yang tergolong cepat karena tidak harus menunggu siswa belum menyelesaikan
tugas belajarnya.
B. Jenis Kegiatan Pengayaan
1.
Tutor
Sebaya
Kegiatan ini selain
dapat digunakan dalam kegiatan remedial juga sangat efektif dalam kegiatan
pengayaan. Kegiatan ini membantu dalam penambahan wawasan pengetahuan siswa.
2.
Mengembangkan
Latihan
Kelompok siswa yang
cepat dapat arahkan untuk mengembangkan latihan praktis yang dilaksanakan oleh
siswa yang lambat dalam memahami materi pelajaran.
3.
Mengembangkan
Media dan Sumber Pelajaran
Kesempatan yang
diberikan kepada siswa untuk menghasilkan suatu karya yang berkaitan dengan
materi pembelajaran merupakan suatu hal yang menarik bagi siswa atau kelompok
siswa.
4.
Melakukan
Proyek
Kegiatan yang
menyenangkan bagi siswa pada kelompok tercepat adalah mendapatkan kesempatan
dalaam suatu proyek khusus atau laporan khusus.
5.
Memberikan
Permainan, Masalah atau Kopetensi Atar Siswa
Permainan yang
berkaitan dengan materi pelajaran dalam memecahkan permasalahan merupakan
kegiatan yang menyenangkan sekaligus memandingkan strategi atau teknik yang
mereka lakukan dalam mnyelesaikan permasalahan yang dilakukan.
Menurut Guskey (1989) dalam Sri Anitah
(2007), mengemukakan bahwa terdapat dua karakteristik kegiatan pengayaan 1. Kegiatan
pengayaan adalah kegiatan yang menyenangkan dan memberikan kepuasan atas
pengusaannya. 2. Kegiatan pengayaan hendaknya merupakan kegiatan yang menantang
bagi siswa.
C. Faktor-faktor yang Harus
Diperhatikan dalam Melaksanakan Kegiatan Pengayaan
Faktor
yang harus dipertimbangkan dalam memilih dan melaksanakan kegiatan pengayaan
antara lain faktor siswa, faktor manfaat dan faktor waktu oleh Warkitri, dkk.
(1991).
1. Faktor
Siswa
Kegiatan ini
dilaksanakan untuk memperhatikan karakteristik siswa, baik yang berkenaan
dengan faktor minat maupun faktor psikologis lainnya.
Menurut Arikunto (1986) faktor yang
harus diperhatikan dalam menentukan kegiatan pengayaan sebagai berikut:
a. Kegiatan
diluar kelas lebih disukai siswa daripada kegiatan didalam kelas
b. Kegiatan
yang menuntut siswa untuk melakukan aktifitas lebih disukai daripada kegiatan
yang dilakukan didalam kelas
c. Kegiatan
menemukan sesuatu yang baru lebih menantang minat siswa daripada kegiatan
penjelasan yang dilakukan oleh guru
d. Kegiatan
yang menunjukkan hasil tercepat lebih disukai daripada kegiatan yang menuntut
waktu yang cukup lama.
2. Faktor Manfaat Edukatif
Melalui kegiatan ini
diharapkan pengetahuan, keterampilan, nilai atau sikap yang dimiliki siswa
semakin meningkat.
3. Faktor
Waktu
Pengembangan potensi
yang dimiliki siswa dengan memanfaatkan kelebihan waktu untuk pengembangkan potensi siswa yang lebih cepat dalam
penguasaan materi sambil menunggu siswa lainnya yang masih belum selesai
melaksanakan kegiatan remedial.
DAFTAR PUSTAKA
Sri, Anitah (2007). Strategi pembelajran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Mengapa harus diadakannya remedial oleh guru? Memgapa guru tidak memberikan nilai yg ada saja kepada siswa?
ReplyDeleteRemedial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang berhasil.
DeleteJadi guru harus memberikan tugas untuk menuntaskan nilai siswa agar tercapainya nilai yang telah ditetapkan oleh sekolah.