Wednesday, April 24, 2019

Materi 6



A. HAKIKAT, FUNGSI DAN PERANAN MEDIA PEMBELAJARAN

  Hakikat media pembelajaran
      Menurut Heinich, dkk dalam (Sri anitah 2007) Media merupakan alat saluran kominukasi. Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata "medium" yaitu perantara sumber pesan dengan penerimaan pesan (areceiver) seperti film, Televisi, diagram, bahan tercetak komputer, dan instruktur. Dalam proses pembelajaran terdapat pesan-pesan yang dikomunikasikan. pesan tersebut biasanya merupakan isi dari suatu topik pembelajaran. pesan disampaikan oleh guru kepada siswa melalui suatu media dengan menggunakan prosedur pembelajaran tertentu yang disebut metode.
      Sedangkan menurut Wina ( 2016:163) Secara umum media merupakan kata jamak dari "medium", yang berarti perantara atau pengantar. kata media berlaku untuk berbagai kegiatan atau usaha , seperti media dalam penyampaian pesan, media pengantar magnet atau panas dalam bidang teknik. Istilah media dugunakan juga dalam bidang pengajaran atau pendidikan sehingga istilahnya menjadi media pendidikan atau media pembelajaran.
      
      Menurut Wina (2016: 169-172) Fungsi dan Manfaat Penggunaan Media Pembelajaram, Secara khusus media pembelajaran memiliki fungsi dan berperan untuk:

a. Menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa
       Peristiwa-peristiwa penting atau objek yang langkah dapat diabadikan dengan foto, film atau direkammelalui video atau audio, kemudian peristiwa itu dapat disimpan dan dapat digunakan manakala diperlukan. Guru dapat menjelaskan proses terjadinya gerhana matahari yang langka melalui hasil rekaman video. Atau, bagaimana proses perkembangan ulat menjadi kupu-kupu. Demikian juga dalam pembelajaran IPS guru dapat menjelaskan bagaimana terjadinya peristiwa proklamasi melalui tayangan film dan lain sebagainnya.

b. Memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek tertentu
       Melalui media pembelajaran, guru dapat menyajikan bahan pembelajran yang bersifat abstrak menjadi konkret sehingga mudah dipahami dan dapat menghilangkan verbalisme. Minsalnya untuk menyampaikan  bahan pelajaran tentang sistem peredaran darah pada manusia dapat disajikan melalui film.
  
c. Menambah girah dan motivasi belajar siswa
       Penggunaan media dapat menambah motivasi belajar siswa sehingga perhatian siswa terhadap materi pembelajaran dapat lebih meningkat. Sebagai contoh sebelum menjelaskan materi pelajaran tentang polusi, untuk dapat menarik perhatian siswa terhadap topik tersebut, maka guru memutar film terlebih dahulu tentang banjir atau tentang kotoran limbah industri dan lain sebagainya.

        Dari beberapa fungsi di atas, maka media pembelajaran memiliki nilai praktis sebagai berikut:
Pertama, media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa.
kedua, media dapat mengatasi batas ruang kelas. Hal ini terutama untuk menyajikan bahan belajar yang sulit dipahami serta cara langsung oleh peserta. Dalam kondisi ini media dapat berfungsi untuk:

1. Menampilkan objek yang terlalu besar untuk dibawah kedalam kelas
2. Memperbesar serta memperjelas objek yang terlalu kecil yang sulit dilihat oleh mata telanjang, seperti sel-sel butir darah atau molekul bakteri dan sebagainya.
3. Mempercepat gerakan suatu proses yang terlalu lambat sehingga dapat dilihat dalam waktu yang lebih cepat.
4. Memperlambat proses gerakan yang terlalu cepat
5. Menyederhanakan suatu objek yang terlalu kompleks

ketiga, media dapat memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara pesertadengan lingkungan.
keempat, media dapat menghasilkan keseragaman penghayatan.
kelima, media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, nyata, dan tepat.
keenam, media dapat membangkitakan motivasi dan merangsang peserta untuk belajar dengan baik.
ketujuh, media dapat membangkitkan keinginan dan minat baru.
kedelapan, media dapat mengontrol kecepatan siswa.
kesembilan, media dapat memberikan pengalaman yang menyeluruh dari hal-hal yang konkret sampai yang abstrak.

B. JENIS-JENIS DAN KARAKTERISTIK MEDIA PEMBALAJARAN

a. Media visual  media
       Yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara. yang termasuk kedalam media ini adalah film slide, foto, transparansi, lukisan, gambar dan berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis dan lain sebagainya.

Kelebihan media visual
  • Dapat membangkitkan keinginan dan minat baru untuk belajar.
  • Meningkat day tarik peserta didik terhadap materi yang disajikan dengan menggunakan media visual.
  • Mudah untuk diaplikasikan.
Kekurangan
  • Kurang praktis dalam penggunaanya.
  • Hanya berupa gambar dan tukisan saja sehingga media ini tidak dapat diterapkan untuk peserta didik yang berkebutuhan khusus salah satunya adalah tunanatra media ini tidak dapat dilengkapi dengan susra jadi kurang menarik.
b. Media audio visual
        Yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat, minsalnya rekaman video, berbagai ukuran film,  slide suara, dan lain sebagainya, sebab mengandung kedua unsur jenis media yang pertama dan kedua.


Kelebihan
  • sangat praktis dan menarik
  • pemakian tidak terikat waktu
  • penghemat waktu dan video atau film dapat diputar kembali.
Kekurangan
  • Jika memutarkan film terlalu cepat siswa tidak dapat mengikuti    
  • Untuk media film bingkai suara harus melakukan ruangan yang gelap

C. PEMILIHAN PENGGUNAAN DAN PERAWATAN MEDIA PEMBELAJARAN SEDERHANA
   
a. Pemilihan media pembelajaran
    Kegiatan pemilihan media pembelajaran ini merupakn bagian tidak terpisahkan dari keseluruhan proses penggunaan media pembelajarn.
    1. Tujuan pemilihan media pembelajaran
    2.  Karateristik media pembelajaran
    3.  Alternatif media pembelajaran yang dapat dipilih
b. Penggunaan media pembelajaran
     Penggunaan media grafis
        Cara menggunakan grafik
            Dalam proses pembelajaran sering disajikan data yang sifatnya data yang sifatnya kuantitatif. Hal ini dapat digambarkan dengan tepat melalui grafik minsalnya para siswa akan mempelajri hasil produksi pada dari suatu negara atau keadaan penduduknya dan luas wilayahnya maka akan lebih mudah apabila dibantu dengan menggunakan grafik.

D. PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR

     Sumber belajar adalah semua sumber yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar sumber-sumber tersbut dapat berupa pesan atau informasi orang, bahan-bahan alat atau perlengkapan teknik atau metode atau lingkungan.
      1. Pengertian Lingkungan
         Menurut Sri Anitah (2007: 6:52) Lingkungan merupakan kesatuan ruang dengan suatu benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta mahluk hidup lainnya.
      2. Jenis lingkungan
          Jenis lingkungan tersebut berupa lingkungan sosial maupun lingkungan alam atau lingkungan fisik. Lingkungan sosial sangat tepat digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan.





                                                            DAFTAR PUSTAKA

Anitah, Sri. 2007. Strategi pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka

Sanjaya, Wina. 2016. Strategi pembelajaran, Berorientasi proses pendidikan. Jakarta: Prenadamedia group


       
     

   

Tuesday, April 9, 2019

Materi 5


HAKIKAT DAN FAKTOR-FAKTOR DALAM PEMILIHAN METODE MENGAJAR

A. Hakikat Metode Mengajar Dalam Pembelajaran
    Menurut Sri Anitah (2007) metode mengajar merupakan suatu komponen yang harus digunakan dalam kegiatan pembelajran karena untuk mencapai tujuan pembelajran maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan suatu metode atau cara yang mengajar yang efektif.
 Penggunaan metode mengajar harus dapat menciptakan terjadinya interaksi antara siswa dan guru, sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan secara maximal.

   Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam proses mengajar ini, prinsip tersebut terutama berkaitan dengan faktor perkembangan kemampuan siswa, diantarannya sebagai berikut:
1. metode mengajar harus memungkinkan dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa lebih jauh terhadap materi pembelajaran (curiosty)
2. metode mengajar harus memungkinkan dapat memberikan peluang untuk berekspresi yang kreatif dalam aspek seni.
3. metode mengajar harus memungkinkan siswa belajar harus memungkinkan siswa belajar melalui pemecahan masalah.
4. metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk selalu ingin menguji kebenaran sesuatu.
5. metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk melakukan penemuan (inkuiri)terhadap suatu topik.

Prinsip-prinsip tersebut dalam prosesnya merupakan esensi dan berkarateristik dari masing-masing metode mengajar.
   Penggunaan metode belajar dalam pembelajarannya ditinjau dari segi prosesnya memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:
  • sebagai alat pertimbangan untuk menentukan bimbingan dalam kegiatan pembelajaran, baik dalam kegiatan pembelajaran individu atau kelompok.
  • sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan alat penilaian pembelajaran.
  • sebagai alat atau cara untuk mencapai tujuan pembelajaran atau membentuk kopetensi siswa, setiap pembelajaran memiliki tujuan sehingga dalam proses pembelajarannya harus ada suatu cara mauoun teknik yang memungkinkan dapat mencapai tujuan tersebut secara efektif.
B. Faktor-faktor Yang Perlu Dipehatikan Dalam Pemilihan Metode Mengajar
   Menentukan atau pemilihan dalam metode mengajar dalam pembelajaran harus mempertimbangkan beberapa faktor yang mempengaruhi pembelajran.

Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tujuan pembelajaran atau kopetensi siswaa merupakan pernyataan yang harus dapat diketahui, disikapi atau dilakukan oleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.
a. Kognitif
  • pemahaman lebih menekankan pada kemampuan menerjemahkannya, memahami sesuatu dan seterusnya.
  • pengetahuan lebih menitik beratkan pada kemampuan mengetahui atau untuk mengingat sesuatu.
  • penerapan lebih menekankan pada kemampuan membuat, mengerjakan atau menggunakan teori atau rumus.
b. Efektif
  • penerimaan, lebih menekankan pada kemampuan peka atau kemampuan menerima.
  • partisipan lebih menekankan pada turut serta pada suatu kegiatan dan kerelaan hati.
  • penilaian dan penentuan sikap, lebih menekankan pada penentuan sikap, organisasi, kemampuan membantuk sistem nilai sebagai pedoman hidup.  
c. Psikomotor
  •  kesiapan kemampuan bersiap, kemampuan bersiap diri secara fisik.
  • gerakan terbimbing, kemampuan dalam meniru pekerjaan lain atau meniru contoh.
  • garakan terbiasa, keterampilan yang berpegang pada pola.
 2. Karateristik bahan pembelajaran atau materi pembelajaran

  Salah satu harus dipertimbangkan dalam memilih metode mengajar adalah karateristik bahan pelajaran. Ada beberapa aspek yang terdapat dalam materi pelajaran, aspek tersebut sebagai berikut:
  • aspek konsep, subtansi isi pelajaran yang berhubungan dengan pengertian, atribut, karateristik, label atau ide gagasan sesuatu.
  • aspek fakta merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwamasa lalu, data-data yang memiliki esensi objek dan waktu seperti nama dan tahun yang berhubungan dengan objek peristiwa sejarah.
  • aspek prinsip merupakan subtansi isi pembelajaran yang berhubungan dengan aturan, dalil, dan prosedur yang harus ditempuh.
  3. Waktu yang digunakan
          Penilaian metode mengajar juga harus memperhatikan alokasi waktu yang tersedia dalam pembelajaran, ada beberapa metode mengajar yang dianggap relatif banyak menggunakan waktu, sepertimetode pemecahan masalah dan inkuiri.

4. Faktor siswa
         siswa merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar, selain faktor-faktor yang telah dikemukakan data. Aspek yang berkaitan dengan faktor siswa dan kemampuan siswa.

5. Fasilitas, media belajar supaya memperoleh hasil belajar yang optimal maka pembelajaran harus dirancang secara smematis. Prinsip-prinsip belajar yang dijadikan landasan dalam pembelajaran diantaranya adalah ketersediaan, fasilitas, media dan sumber belajar.

C. PENTINGNYA METODE MENGAJAR DALAM TERCAPAINYA YUJUAN PEMBELAJARAN MAUPUN MEMBENTUK KAMAMPUAN
              Kererkaitan tersebut dapat dilihat dari gambaran perilaku maupun kompetensiyang harus dimiliki maupun kopetensi yang harus oleh siswa selama dan setelah jam pelajaran dengan cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut:

a. tujuan pembelajaran atau kopetensi, mampu menjelaskan aturan yang berlaku disekolah dan dirumah.
b. alternatif kegiatan, siswa mendengarkan penjelasan guru tentang aturan-aturan disekolah dan dirumah, siswa melakukan tanya jawab dengan guru tentang aturan belajar dirumah dan disekolah, dengan demikian alternatif metode mengajar untuk mencapai tujuan tersebut cendrung akan menggunakan metode caramah dan tanya jawab.

D. JENIS-JENIS METODE MENGAJAR
    Metode mengajar merupakan cara yang digunakan guru dalam pembelajaran siswanya agar terjadi interaksi dan proses belajar yang efektif dalam pembelajaran. setiap metode pembelajaran memiliki karateristik yang berbeda-beda dalam membentuk pengalaman belajar siswa, satu sama lain saling menunjang. Untuk mencapai tujuan pembelajran maupun untuk membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya metode mengajar yang efektif. metode ini bukan hanya dikuasai oleh guru tetapijuga harus dikuasai oleh siswa itu sendiri.

Beberapa metode mengajar yang dilaksanakan dikelas:
    1) Metode Ceramah
    2) Metode diskusi
    3) Metode demostrasi
    4) Metode pemecahan masalah

E. HUBUNGAN PENGALAMAN BELAJAR DENGAN METODE MENGAJAR

     Belajar pada hakikatnya merupakan suatu proses atau aktivitas. siswa dikatan belajar kalau terdapat aktivitas pada dirinya, baik secara fisik, mental maupun emosional.
     Hasil belajar yang diharapkan berupa perubahan-perubahan perilaku siswa baik aspek pengetahuan, sikap maupun keterampilannya.
      pengalaman yang terjadi dalam belajar ditekankn pada interaksi antara siswa dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik atau alam maupun lingkungan sosial.








                                                  DAFTAR RUJUKAN

Anitah Sry W, dkk. 2007. strategi pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.


Wednesday, April 3, 2019

Materi 4

1. KEGIATAN PRA PEMBELAJARAN DAN AWAL PEMBELAJARAN

A.  Kegiatan Pra Pembelajaran

      Kegiatan pra pembelajaran atau disebut juga dengan kegiatan prainstruksional merupakan kegiatan pendahuluan pembelajaran yang diarahkan untuk menyiapkan siswa mengikuti pelajaran. Kegiatan pra pembelajaran biasanya bersift umum dan tidak berkaitan langsung dengan kompetensi atau materi yang akan dibahas dalam kegiatan inti pembelajaran.

     Menurutnya, upaya yang dilakukan guru pada tahap pra pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut:
     1. Menciptakan sikap dan suasana kelas yang menarik
         Kondisi belajar dapat dipengaruhi oleh sikap guru didepan kelas. Guru harus memperlihatkan sikap yang menyenangkan supaya siswa tidak merasa tegang, kaku bahkan takut mengikuti pembelajaran. Disamping itu, guru juga perlu mempersiapkan dan menata alat fasilitas kelas yang memudahkan siswa beraktivitas belajar didalam kelas, Minsalnya menyiapkan buku dan alat tulis yang digunakan oleh siswaserta alat peraga yang akan digunakan guru. Memberikan salam diawal pertemuan dan berdoa sebelum pelajaran dimulai juga merupakan kegiatan pra pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
   2. Memeriksa kehadiran siswa
       Kegiatan yang bisa dilakukan guru pada jam pertama pembelajaran adalah mengecek kehadiran siswa. Dengan selalu mengecak kehadiran, secara tidak langsun g guru telah memberikan motivasi terhadap siswa, berdipsiplin dalam mengikuti pembelajaran, dan membiasakan diri memberitahukan ketidakhadirannya kepada guru baik secara langsung maupun melalui temannya secara lisan atau tertulis.
    3. Menciptakan kesiapan belajar siswa
        kesiapan (readinees) belajar siswa merupakan salah satu prinsip belajar yang sangat mempengaruh terhadap proses dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guru perlu membantu mengembangkan kesiapan belajar dan menumbuhkan semngat siswa dalam belajarnya. Ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan oleh guru dalam menciptakan semngat dan kesiapan siswa dalam belajarnya, diantara lain adalah:
  • Membantu dan membimbing siswa dalam mempersiapkan fasilitas atau sumber belajar yang diperlukan dalam kegiatan belajar.
  • Menciptakan kondisi belajar untuk meningkatkan perhatian siswa dalam belajar.
  • Mengontrol (mengelola) seluruh aktivitas siswa mulai dari awal sampai akhir pembelajaran.
  • Menggunakan berbagai media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dan minat siswa.
  •  Mengembangkan kegiatan belajar yang memungkinkan siswa dapat melakukannya.  
   4. Menciptakan suasana yang demokratis
        Pada dasarnya suasana belajar yang demokratis dapat dikondisikan melalui pendekatan proses belajar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Untuk menciptakan suasana belajar yang demokratis guru harus membimbing siswa agar berani mengeluarkan ide-ide, dan berani memperlihatkan unjuk kerja (perfomatic). Kegiatan yang dapat dilakukan guru pada kegiatan pra pembelajaran untuk dijawab siswa atau meminta siswa berpendapat dan mengeluarkan gagasan.


B. Kegiatan Awal Pembelajaran

     Kegiatan pembelajaran dilaksanakan untuk menyiapkan mental siswa dalam memasuki kegiatan inti pembelajaran. Selain itu, kegiatan awal pembelajaran dilaksanakan untuk membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran, memberikan gambaran yang jelas tentang batas-batas tugas atau kegiatan yang akan dilaksanakan, dan menunjukkan hubungan antara pengalaman anak dengan materi yang akan dipelajari.
      Adapun kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru pada tahap ini adalah:
1)  Menimbulkan motivasi dan perhatian siswa
     Menurut Hamzah B Uno (2011:1), motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakan seseorang bertingkah laku. Dorongan ini berada pada diri seseorang yang menggerakan untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan dorongan dalam dirinya.
     Motivasi siswa dapat dilakukan dengan cara:
 Menimbulkan kehangatan dan  keantusiasan, menimbulkan rasa ingi tahu, mengemukakan ide yang bertentangan dan memperhatikan minat siswa.
2)  Memberi acuan
      Dalam kaitannya dengan kegiatan pembelajaran, memberikan acuan dapat diartikan sebagai upaya guru dalam menyampaikan secara spesifik dan singkat gambaran umum tentang hal-hal yang akan dipelajari dan kegiatan yang akan ditempuh selama pembelajaran berlangsung.
      a)  Memberitahukan tujuan (kemampuan) yang diharapkan atau garis besar materi yang akan dipelajari.
      b)  Menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh siswa.
3)  Membuat kaitan
      Menurut Slameto (2015:36), setiap guru dalam mengajar perlu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah diberikan siswa, ataupun pengalamannya.
      Adapun kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam membuat kaitan yaitu:
      a) Mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya.
      b) Menunjukkan manfaat materi yang dipelajari
      c) Meminta siswa mengemukakan pengalaman yang berkaitan dengan meteri yang akan dibahas.
4)  Melaksanakan tes awal
      Tes awal atau pre-tes dilaksanakan untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana materi atau bahan pelajaran yang akan dipelajari sudah dikuasai oleh siswa. Informasi ini akan digunakan oleh guru untuk menentukan dari mana pembahasan materi baru yang akan dimulai.



2. KEGIATAN INTI DALAM PEMBELAJARAN
 
    Kegiatan inti dalam pembelajaran merupakan kegiatan yang utama dalam proses pembelajaran atau dalam proses pengusaan pengalaman belajar (learning experience) siswa. adapun kegiatannya adalah:

    a.  Menyampaikan bahan materi
            Dalam penyampaian bahan pelajaran ada tiga istilah EEK (Ekspolorasi, Elaborasi dan Konfirmasi). Uki Ahmat (2012) mengungkapkan pendapatnya bahwa pengertian dari EEK adalah sebagai berikut:

        1.  Eksplorasi
               Merupakan kegiatan dimana guru melibatkan siswa mencari dan menghimpun informasi, menggunakan media untuk memperkaya pengalaman mengelolah informasi, mem,fasilitasi siswa, selain itu guru berinterasi dengan siswa sehingga siswa aktif, mendorong siswa mengamati berbagai gejala, menangkap tanda-tanda yang membedakan dengan gejala pada peristiwa yang lain.
        2.  Elaborasi
               Merupakan kegiatan dimana guru mendorong siswa membaca dan menuliskan hasil eksplorasi, mendiskusikan, mendengarkan pendapat untuk lebih mendalami sesuatu membangun kesepakatan melalui kegiatan koperatif dan kolaboratif.
         3.  Konfirmasi
                Merupakan kegiatan dimana guru membrikan umpan balik terhadap hasil siswa melalui pengalaman belajar, memberikan apresiasi terhadap kekuatan dan kelemahan hasil belajar dengan menggunakan teori yang guru kuasai.

 3.  KEGIATAN AKHIR DAN TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN

      a. Kegiatan akhir pembelajaran
Adapun kegiatan yang dapat dilakukan pada kegiatn akhir ini adalah sebagai berikut:
          1. Meninjau kembali pengusaan siswa
          2. Melaksanakan penilaian
      b. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut pembelajaran
           Kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru pada kegiatan ini adalah:
          1. Memberikan tugas atau latihan.
          2. Menjelaskan kembali bahan pelajaran yang belum dikuasai siswa.
          3. Menugaskan kepada siswa untuk materi pelajaran tertentu.
          4. Memberikan motivasi atau bimbingan belajar.
          5. Mengemukakan topik bahasan yang akan datang.




         DAFTAR RUJUKAN
Anita Sri. 2007. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Slameto. 2015. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta