Wednesday, May 1, 2019

Materi 7

1.      1. Pengertian keterampilan bertanya
A.    Keterampilan bertanya
Menurut G. A. Brown dan Edmodson tahun 1984 (dalam Sri Anita 2007), Mendefinisikan pertanyaan sebagai pernyataan yang menginginkan tanggapan verbal atau lisan dengan mengambil definisi ini kalimat tersebut dapat digolongkan pertanyaan. Pernyataan lain, pertanyaan selalu dalam bentuk kalimat tanya tetapi dapat juga dalam bentuk kalimat perintah atau kalimat pernyataan.
Pada umumnya tujuan bertanya adalah untuk memperoleh informaasi namun kegiatan bertanya yang dilakukan oleh guru tidak hanya bertujuan untuk memperoleh informasi tetapi juga untuk meningkatkan terjadinya interaksi antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa dengan demikian pertanyaan diajukaan oleh guru tidak semata-mata bertujuan mendapatkan informasi tentang pengetahuan siswa nya, tetapi yang lebih penting adalah untuk mendorong para siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Menurut Turney (1979) dalam Sri Anita (2007: 7.7) mengidentifikaasi 12 fungsi pertanyaan sebagai berikut:
1.      Membangkitkan minat dan keingintahuan siswa tentang suatu topik
2.      Memusatkan perhatian pada masalah tertentu
3.      Menggalakkan penerapan belajar aktif
4.      Merangsang siswa mengajukan pertanyaan sendiri
5.      Menstruksturkan tugas-tugas hingga kegiatan belajar dapat berlangsung secara maksimal
6.      Mendiagnosis kesulitan belajar siswa
7.      Mengomunikasikan dan merealisasikan bahwa semua siswa harus terlibat secara aktif dalam pembelajaran
8.      Menyediakan kesempatan bagi siswa untuk mendemonstrasikan pemahamannya tentang informasi yang diberikan
9.      Melibatkan siswa dalam mamanfaatkan kesimpulan yang dapat mendorong mengembagkan proses berfikir
10.  Mengembangkan kebiasaan menanggapi pertanyaan taman atau peryantaan guru
11.  Memberi kesempatan untuk belajar berdiskusi
12.  Membantu siswa menyatakan perasaan dan pikiran yang murni

B.     Komponen-komponen keterampilan bertanya
Keterampilan betanya dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian besar yaitu keterampilan betanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut. Setiap jenis keterampilan pentanya tersebut akan diuraikan lebih terperinci:
1.      Keterampilan bertanya dasa
a.       Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat
Penyataan yang diajukan guru hendaknya singkat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh siswa.
b.      Pemberian acuan
Sebuah pertnyaan hanya dapat dijawab juka yang ditanya mengetahui informasi yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut.
c.       Pemusatan
Pertanyaan dapat dibagi pertanyaan luas dan pertanyaan sempit. Pertanyaan luas menuntut jawaban yang umum dan cukup luas, sedangkan pertanyaan untuk jawaban yang khusus atau spesifik pertanyaan dapat menuntut perhatian siswa pada hal-hal khusus dan yang perlu didalami
d.      Pemindahan giliran
Adakalanya sebuah pertanyaan, lebih-lebih pertanyaan yang cukup kompleks tidak dapat dijawab secara tuntas oleh seorang siswa.
2.      Keterampilan bertanya lanjut
Penguasaan atas keterampilan bertanya lanjut dibentuk berdasarkan penguasaan keterapilan bertanya dasar. Komponen-komponen bertanya lanjut terdiri atas:
a.       Pegubahan tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan
b.      Pengaturan urutan pertanyaan
c.       Pengunaan pertanyaan pelacak
d.      Peningkatan terjadinya interaksi
C.     Prinsip penggunaan
Penerapan keterampilan bertanya guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan atau hal-hal yang mempengaruhi keefektifan pertanyaan sebagai berikut:
1.      Kehangatan dan keantusiasan
Pertanyaan hendaknya diajukan dengan penuh kantusiasan dan kehangatan karena hal ini akan mempengaruhi kesungguhan siswa dalam menjawab pertanyaan.
2.      Kebiasaan-kebiasaan yang harus dihindari oleh guru sebagai berikut:
a.       Mengulangi pertanyaan sendiri
b.      Mengulangi jawaban siswa
c.       Menjawab pertanyaan sendiri
d.      Mengajukan pertanyaan yang memancing jawaban serentak
e.       Mengajukan pertanyaan ganda
f.       Menentukan siswa yang akan menjawab pertanyaan
2.      2. Keterampilan memberi penguatan
A.    Pengertian Penguatan
Menurut Sri Anitah (2007), pengauatan adalah respon yang diberikan terhadap perilaku atau perbuatan yang dianggap baik, yang dapat membuat perunglangnya atau meningkatkan perilaku atau perbuatan yanjg dianggap baik. Tujuan memberikan penguatan sebagai berikut:
1.      Meningkatkan perhatian siswa
2.      Membangkitakan dan memelihari motivasi siswa
3.      Memudahkan siswa belajar
4.      Mengontrol dan memodifikasi tingkah laku siswa serta mendorong munculnya prilaku yang positif
5.      Menumbuhkan rasa percarya diri pada diri siswa
6.      Memelihari iklim kelas yang konduksif
B.     Komponen keterampilan memberikan penguatan
Penguatan pada dasarnya dapat diberikan dalam 2 jenis yaitu penguatan verbal dan penguatan non verbal.
1.      Penguatan verbal
Penguatan verbal merupakan penguatan yang paling mudah digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yang dapat diberikan dalam bentuk komentar, pujian, dukungan, pengakuan atau dorongan yang diharapkan dapat meningkatkan tingkah laku dan penampilan siswa.
2.      Penguatan non verbal
Penguatan non verbal dapat ditunjukkan dengan berbagai cara sebagai berikut:
a.       Mimik dan gerakan badan
b.      Gerak mendaki
c.       Sentuhan
d.      Kegiatan yang menyenangkan
e.       Pemberian simbol atau benda
C.     Prinsip penggunaan
Agar penguatan yang diberikan dapat berfungsi secara efektif, guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip pemberian penguatan sebagai berikut:
1.      Kehangatan dan kantusiasan
2.      Kebermaknaan
3.      Menghindari penggunaan respon negatif
3.    3. Keterampilan mengadakan variasi
A.    Pengertian variasi Mengajar
Wina Sanjaya (2005) mengatakan bahawa variasi stimulus adalah keterampilan guru untuk menjaga agar iklim pembelajaran tetap manarik perhatian, tidak membosankan hingga siswa menunjukkan sikap antusias dan ketekunan berpartisipasi aktif.
Menurut Sri Anitah (2007: 7.39), vaariasi didalam kegaiatan pembelajaran bertujuan untuk hal-hal sbagai berikut:
1.      Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar
2.      Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu
3.      Mengembagkan keinginan siswa untuk mengetahui dan menyelidiki hal-hal baru
4.      Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam
5.      Meningkatkan kadar kaaktifan atau keterlibatan siswa dalam embelajaran
B.     Komponen komponen keterampilan dalam mengadakan variasi
Variasi dalam kegiatan pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok sebagai berikut:
1.      Variasi dalam gaya mengajar
2.      Varasi dalam pola interaksi
3.      Variasi dalam penggunaan alat bantu pembeajaran
C.     Prinsip penggunaan
Agar variasi dapat berfungsi secara efektif, guru harus memperhatikan prinsip penggunaan sebegai berikut:
1.      Vaiasi yang dibuat harus megandung maksid tertentu da disertai oleh tujuan yang hendak dicapai
2.      Harus wajar dan tidak berlebihan sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran
3.      Variasi harus berlangsung secara lancar dan berkesinambungan
4.      Komponen-komponen variasi yang memerlukan pengorganisasian dan perencanaan yang baik, cermat, dan dicantumkan dalam rencana pembelajaran.
4.      4. Keterampilan Menjelaskan
A.    Pengertian Keterampilan Menjelaskan
Kegiatan belajar-mengajar atau pelatihan, menjelaskan berarti mengorganisasikan materi pelajaran dalam tata urutan yang terencana secara sistematis, sehingga dengan mudah dapat dipahami siswa.
Kegiatan Pembelajaran Pembicaraan guru yang dianggap berpengaruh langsung terhadap siswa sering mendominasi kelas, sebagian besar dari pembicaraan tersebut termasuk dalam kegiatan menjelaskan, agar pebicaraan yang dianggap guru sebagai “menjelaskan” tersebut dapat mempengarihi siswa secara positif dan efektif maka seharusnya seorang guru menguasai keterampilan memberi penjelasan.
B. Komponen merencanakan penjelasan
Isi pesan (pokok-pokok materi yang dipilih dan disusun secara  sistematis di sertai dengan contoh-contoh dan hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik penerima pesan siswa terhadap komponen- komponen menyajikan penjelasan sebagai berikut:
1.      Kegiatan yang dapat dicapai dengan berbagai cara seperti: bahasa yang jelas, berbicara yang lancar, mendefenisikan istilah-istilah yang teknis dan berhenti sejenak untuk melihat respon siswa
2.      Penggunaan contoh dan ilustrasi yang dapat mengikuti pola pikir induktif dan deduktif
3.      Pemberian tekanan pada bagian-bagian yang penting dengan cara penekanan suara, membuat iktisar dan mengemukakan tujuan.
4.      Balikan tentang penjelasan  yang disajikan melihat mimik siswa atau pengajuan pertanyaan.


Daftar Pustaka
Sri Anitah (2007). Strategi Pembelajara di SD. Jakarta: Universitas Terbuka
Wina Sanjaya (2016).  Strategi Pembelajaran Beorientasi Standar Prses Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group

Marian Nasution. (2005). “Dasar-Dasar Keterampilan Mengajar Matematika”. Studi Multidisipliner Volume 1 Edisi 1 2014 M/1435 H. Hal. 99-100.

2 comments:

  1. Sebutkan komponen-komponen keterampilan bertanya dasar dan lanjut beserta contohnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keterampulan betanya dapat dikelompokkan menjadi dua begian besar,yaitu keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut.
      Contohnya dari keterampilan bertanya dasar adalah sebutkan ciri-ciri makhluk hidup.
      Contoh dari keterampilan bertanya lanjut adalah Menurut pendapat ahli,diungkapkan bahwa saat pernapasan diafragma atau pernapasan dalam,kontraksi diafragma mengakibatkan perubahan penting volume rongga dada.

      Delete