1. 1. Pengertian keterampilan bertanya
A.
Keterampilan
bertanya
Menurut
G. A. Brown dan Edmodson tahun 1984 (dalam Sri Anita 2007), Mendefinisikan
pertanyaan sebagai pernyataan yang menginginkan tanggapan verbal atau lisan
dengan mengambil definisi ini kalimat tersebut dapat digolongkan pertanyaan.
Pernyataan lain, pertanyaan selalu dalam bentuk kalimat tanya tetapi dapat juga
dalam bentuk kalimat perintah atau kalimat pernyataan.
Pada
umumnya tujuan bertanya adalah untuk memperoleh informaasi namun kegiatan
bertanya yang dilakukan oleh guru tidak hanya bertujuan untuk memperoleh
informasi tetapi juga untuk meningkatkan terjadinya interaksi antara guru
dengan siswa dan antara siswa dengan siswa dengan demikian pertanyaan diajukaan
oleh guru tidak semata-mata bertujuan mendapatkan informasi tentang pengetahuan
siswa nya, tetapi yang lebih penting adalah untuk mendorong para siswa
berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Menurut
Turney (1979) dalam Sri Anita (2007: 7.7) mengidentifikaasi 12 fungsi
pertanyaan sebagai berikut:
1.
Membangkitkan
minat dan keingintahuan siswa tentang suatu topik
2.
Memusatkan
perhatian pada masalah tertentu
3.
Menggalakkan
penerapan belajar aktif
4.
Merangsang siswa
mengajukan pertanyaan sendiri
5.
Menstruksturkan
tugas-tugas hingga kegiatan belajar dapat berlangsung secara maksimal
6.
Mendiagnosis
kesulitan belajar siswa
7.
Mengomunikasikan
dan merealisasikan bahwa semua siswa harus terlibat secara aktif dalam
pembelajaran
8.
Menyediakan
kesempatan bagi siswa untuk mendemonstrasikan pemahamannya tentang informasi
yang diberikan
9.
Melibatkan siswa
dalam mamanfaatkan kesimpulan yang dapat mendorong mengembagkan proses berfikir
10. Mengembangkan kebiasaan menanggapi pertanyaan taman
atau peryantaan guru
11. Memberi kesempatan untuk belajar berdiskusi
12. Membantu siswa menyatakan perasaan dan pikiran yang
murni
B.
Komponen-komponen
keterampilan bertanya
Keterampilan
betanya dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian besar yaitu keterampilan betanya
dasar dan keterampilan bertanya lanjut. Setiap jenis keterampilan pentanya
tersebut akan diuraikan lebih terperinci:
1.
Keterampilan
bertanya dasa
a.
Pengungkapan
pertanyaan secara jelas dan singkat
Penyataan
yang diajukan guru hendaknya singkat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh
siswa.
b.
Pemberian acuan
Sebuah
pertnyaan hanya dapat dijawab juka yang ditanya mengetahui informasi yang
berkaitan dengan pertanyaan tersebut.
c.
Pemusatan
Pertanyaan
dapat dibagi pertanyaan luas dan pertanyaan sempit. Pertanyaan luas menuntut
jawaban yang umum dan cukup luas, sedangkan pertanyaan untuk jawaban yang
khusus atau spesifik pertanyaan dapat menuntut perhatian siswa pada hal-hal
khusus dan yang perlu didalami
d.
Pemindahan
giliran
Adakalanya
sebuah pertanyaan, lebih-lebih pertanyaan yang cukup kompleks tidak dapat
dijawab secara tuntas oleh seorang siswa.
2.
Keterampilan
bertanya lanjut
Penguasaan
atas keterampilan bertanya lanjut dibentuk berdasarkan penguasaan keterapilan
bertanya dasar. Komponen-komponen bertanya lanjut terdiri atas:
a.
Pegubahan
tuntutan kognitif dalam menjawab pertanyaan
b.
Pengaturan
urutan pertanyaan
c.
Pengunaan
pertanyaan pelacak
d.
Peningkatan
terjadinya interaksi
C.
Prinsip
penggunaan
Penerapan
keterampilan bertanya guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan
atau hal-hal yang mempengaruhi keefektifan pertanyaan sebagai berikut:
1.
Kehangatan dan
keantusiasan
Pertanyaan
hendaknya diajukan dengan penuh kantusiasan dan kehangatan karena hal ini akan
mempengaruhi kesungguhan siswa dalam menjawab pertanyaan.
2.
Kebiasaan-kebiasaan
yang harus dihindari oleh guru sebagai berikut:
a.
Mengulangi pertanyaan
sendiri
b.
Mengulangi
jawaban siswa
c.
Menjawab
pertanyaan sendiri
d.
Mengajukan
pertanyaan yang memancing jawaban serentak
e.
Mengajukan
pertanyaan ganda
f.
Menentukan siswa
yang akan menjawab pertanyaan
2. 2. Keterampilan memberi penguatan
A.
Pengertian
Penguatan
Menurut
Sri Anitah (2007), pengauatan adalah respon yang diberikan terhadap perilaku
atau perbuatan yang dianggap baik, yang dapat membuat perunglangnya atau
meningkatkan perilaku atau perbuatan yanjg dianggap baik. Tujuan memberikan
penguatan sebagai berikut:
1.
Meningkatkan
perhatian siswa
2.
Membangkitakan
dan memelihari motivasi siswa
3.
Memudahkan siswa
belajar
4.
Mengontrol dan
memodifikasi tingkah laku siswa serta mendorong munculnya prilaku yang positif
5.
Menumbuhkan rasa
percarya diri pada diri siswa
6.
Memelihari iklim
kelas yang konduksif
B.
Komponen
keterampilan memberikan penguatan
Penguatan
pada dasarnya dapat diberikan dalam 2 jenis yaitu penguatan verbal dan
penguatan non verbal.
1.
Penguatan verbal
Penguatan
verbal merupakan penguatan yang paling mudah digunakan dalam kegiatan
pembelajaran, yang dapat diberikan dalam bentuk komentar, pujian, dukungan,
pengakuan atau dorongan yang diharapkan dapat meningkatkan tingkah laku dan
penampilan siswa.
2.
Penguatan non
verbal
Penguatan
non verbal dapat ditunjukkan dengan berbagai cara sebagai berikut:
a.
Mimik dan
gerakan badan
b.
Gerak mendaki
c.
Sentuhan
d.
Kegiatan yang
menyenangkan
e.
Pemberian simbol
atau benda
C.
Prinsip
penggunaan
Agar
penguatan yang diberikan dapat berfungsi secara efektif, guru hendaknya
memperhatikan prinsip-prinsip pemberian penguatan sebagai berikut:
1.
Kehangatan dan
kantusiasan
2.
Kebermaknaan
3.
Menghindari
penggunaan respon negatif
3. 3. Keterampilan mengadakan variasi
A.
Pengertian
variasi Mengajar
Wina
Sanjaya (2005) mengatakan bahawa variasi stimulus adalah keterampilan guru untuk
menjaga agar iklim pembelajaran tetap manarik perhatian, tidak membosankan
hingga siswa menunjukkan sikap antusias dan ketekunan berpartisipasi aktif.
Menurut
Sri Anitah (2007: 7.39), vaariasi didalam kegaiatan pembelajaran bertujuan
untuk hal-hal sbagai berikut:
1.
Menghilangkan
kebosanan siswa dalam belajar
2.
Meningkatkan
motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu
3.
Mengembagkan
keinginan siswa untuk mengetahui dan menyelidiki hal-hal baru
4.
Melayani gaya
belajar siswa yang beraneka ragam
5.
Meningkatkan
kadar kaaktifan atau keterlibatan siswa dalam embelajaran
B.
Komponen
komponen keterampilan dalam mengadakan variasi
Variasi
dalam kegiatan pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok sebagai
berikut:
1.
Variasi dalam
gaya mengajar
2.
Varasi dalam
pola interaksi
3.
Variasi dalam
penggunaan alat bantu pembeajaran
C.
Prinsip
penggunaan
Agar
variasi dapat berfungsi secara efektif, guru harus memperhatikan prinsip
penggunaan sebegai berikut:
1.
Vaiasi yang
dibuat harus megandung maksid tertentu da disertai oleh tujuan yang hendak dicapai
2.
Harus wajar dan
tidak berlebihan sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran
3.
Variasi harus
berlangsung secara lancar dan berkesinambungan
4.
Komponen-komponen
variasi yang memerlukan pengorganisasian dan perencanaan yang baik, cermat, dan
dicantumkan dalam rencana pembelajaran.
4. 4. Keterampilan Menjelaskan
A.
Pengertian
Keterampilan Menjelaskan
Kegiatan
belajar-mengajar atau pelatihan, menjelaskan berarti mengorganisasikan materi
pelajaran dalam tata urutan yang terencana secara sistematis, sehingga dengan mudah
dapat dipahami siswa.
Kegiatan
Pembelajaran Pembicaraan guru yang dianggap berpengaruh langsung terhadap siswa
sering mendominasi kelas, sebagian besar dari pembicaraan tersebut termasuk
dalam kegiatan menjelaskan, agar pebicaraan yang dianggap guru sebagai
“menjelaskan” tersebut dapat mempengarihi siswa secara positif dan efektif maka
seharusnya seorang guru menguasai keterampilan memberi penjelasan.
B. Komponen
merencanakan penjelasan
Isi
pesan (pokok-pokok materi yang dipilih dan disusun secara sistematis di sertai dengan contoh-contoh dan
hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik penerima pesan siswa terhadap komponen-
komponen menyajikan penjelasan sebagai berikut:
1.
Kegiatan yang
dapat dicapai dengan berbagai cara seperti: bahasa yang jelas, berbicara yang
lancar, mendefenisikan istilah-istilah yang teknis dan berhenti sejenak untuk
melihat respon siswa
2.
Penggunaan
contoh dan ilustrasi yang dapat mengikuti pola pikir induktif dan deduktif
3.
Pemberian
tekanan pada bagian-bagian yang penting dengan cara penekanan suara, membuat
iktisar dan mengemukakan tujuan.
4.
Balikan tentang
penjelasan yang disajikan melihat mimik
siswa atau pengajuan pertanyaan.
Daftar Pustaka
Sri
Anitah (2007). Strategi Pembelajara di SD.
Jakarta: Universitas Terbuka
Wina
Sanjaya (2016). Strategi Pembelajaran Beorientasi Standar
Prses Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group
Marian
Nasution. (2005). “Dasar-Dasar Keterampilan Mengajar Matematika”. Studi Multidisipliner Volume 1 Edisi 1 2014
M/1435 H. Hal. 99-100.
Sebutkan komponen-komponen keterampilan bertanya dasar dan lanjut beserta contohnya
ReplyDeleteKeterampulan betanya dapat dikelompokkan menjadi dua begian besar,yaitu keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut.
DeleteContohnya dari keterampilan bertanya dasar adalah sebutkan ciri-ciri makhluk hidup.
Contoh dari keterampilan bertanya lanjut adalah Menurut pendapat ahli,diungkapkan bahwa saat pernapasan diafragma atau pernapasan dalam,kontraksi diafragma mengakibatkan perubahan penting volume rongga dada.